Resist The Usual

Showing posts with label Featured. Show all posts
Showing posts with label Featured. Show all posts

10 Episode Terbaik Game of Thrones

12:25:00 AM Posted by Prast , , , ,
10 Episode Terbaik Game of Thrones - Setelah penantian yang lumayan panjang, akhirnya episode terakhir dari Season 6 serial Game of Thrones tayang. Yang mana artinya  kita para fans harus bersabar lagi untuk satu tahun kedepan, menantikan kelanjutan kisah season yang ke tujuhnya. Ya, tak terasa sudah 7 Tahun Game of Thrones hadir ditengah-tengah kita, membolak-balikkan emosi dan ketegangan penontonnya. Saya berani mengatakan bahwa Game of Thrones adalah satu diantara karya pertelevisian terbaik yang pernah ada. Disinilah kita menemukan fakta dimana hidup memang tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Jalani saja dengan semua tantangan yang menghalangi, sepahit apapun yakinlah bahwa Tuhan telah menuliskan skenario hidup kita. Kadang kita terlalu merasa besar untuk menyadari kenyataan itu.


Di game of Thrones, kita tidak hanya dipertontonkan adegan aksi, drama, intrik, konspirasi, adu kelicikan, tapi apa ya, kita seperti melihat kehidupan di dalamnya, ini adalah sebuah satu paket kisah yang memuat setiap aspek sendi kehidupan. Dan semua itu diawali dari sebuah perebutan tahta kekuasaan. Disinilah titik dimana manusia bisa lebih buas dari monster dan lebih liardari binatang.

Nah karena level ke-epik-an series ini yang diatas batas kewajaran, disini saya mencoba membagikan opini saya mengenai 10 episode terbaik dari total 60 episode yang ada.


WARNING
Perlu ditekankan buat kamu yang masih dibawah umur atau kamu yang ngga kuat liat darah, disarankan untuk selalu bersiap, karena bagaimanapun ini adalah film untuk dewasa yang dibuat dengan amat sangat serius dan mencoba untuk terlihat se-real mungkin. 
(Ada beberapa adegan dewasa juga yang tidak layak untuk ditonton remaja dibawah 18 Tahun)
Opening scene Game of Thrones
 
Check them out!! 
(Untuk baca review per judulnya, klik saja nama judulnya)


 
S6.09 
"Battle of the Bastards"

Jadi begitulah..
Masih menantikan datangnya season 7 yang baru akan rilis tahun depan, pastinya akan menjanjikan keseruan yang lebih luar biasa.
Karena sudah terlalu panjang, saya sudahi dulu disini. Masih banyak banget yang pengen dikupas, tapi mungkin di tulisan lain blog ini.. keep in touch ya..

Episode Terbaik Game of Thrones #4

11:58:00 PM Posted by Prast , , , , , ,
"The Rains of Castamere"
Season 3 Episode 9 


Ini adalah episode paling gelap dan menyayat dari keseluruhan episode di series Game of Thrones. Jauh lebih pedih dari adegan pemenggalan Ned Stark di S 1 eps 9. Inilah episode dimana Klan Stark dihabisi tanpa belas kasih di hari pernikahan yang kemudian dikenal sebagai Red Wedding. Klan  Frey dan beberapa pengkhianat telah menyusun rencana busuk dibalik niat pernikahan itu. Rasa pedihnya belum bisa hilang sampai sekarang coy :D
Hati-hati yang ngga kuat

Episode Terbaik Game of Thrones #1

11:34:00 PM Posted by Prast , , , , , ,
"Battle of the Bastards"
Season 6 Episode 10 
Yep, inilah episode terbaik Game of Thrones sejauh ini, dari judulnya saja sudah bisa dibayangkan betapa epicnya pertempuran dua "Anak Haram" ini.

Episode ini memfokuskan diri pada dua alur cerita besar, Di selatan seberang lautan Daenarys merebut kembali Meereen dari Master2 Budak dengan ketiga naganya. Dan jauh di utara yang dingin Jon Snow dan Sansa mampu mengumpulkan pasukan setia mereka untuk merebut kembali Winterfell dari si kampret Ramsay Bolton.

SPOILER ALERT
Pertempuran Epik antara Jon Snow dan Ramsay pun tak terelakkan dan di endingnya kita bisa melihat bagaimana akhirnya Sansa kembali tersenyum setelah mampu membalskan dendam kesumatnya pada Ramsay Bolton.

Review Film Ada Apa Dengan Cinta 2

2:13:00 PM Posted by Prast , , , No comments
Review Film Ada Apa Dengan Cinta 2 - Ada Apa Dengan Cinta menjadi salah satu film yang paling berpengaruh dalam kebangkitan sinema Indonesia. Saya masih ingat hype-nya yang begitu besar, bagaimana antrean panjang di loket bioskop yang menghasilkan 2,7 juta penonton waktu itu, bagaimana setiap adegan, dialognya termasuk soundtrack-nya juga masih terekam jelas di ingatan saya meski nyaris dua setengah dekade terlewati, buat saya dan mungkin banyak penonton yang mencintainya, AADC? itu abadi, dan personal.


Tentu saja banyak yang terjadi setelah 14 tahun, tidak terkecuali dalam dunia AADC sendiri. Cinta (Dian Satrowardoyo) dan gengnya masih menjalin persahabatan mereka sejak SMA kini telah bertransformasi menjadi perempuan-perempuan dewasa yang mapan. Minus Alya (Laudya Cheryl) yang nasibnya akan dijelaskan nanti di filmnya, Cinta, Maura (Titi Kamal), Carmen (Adinia Wirasti), dan Milly (Sissy Priscillia) memutuskan untuk pergi berlibur ke Yogyakarta. Sementara ratusan ribu kilometer jauhnya, Rangga (Nicholas Saputra) masih betah hidup terasing penuh kebimbangan hati di metropolitan New York sampai suatu hari sebuah masalah memaksanya pulang ke Indonesia, ke Yogyakarta tepatnya. Ya, semesta kembali menunjukkan sisi magisnya ketika kembali mempertemukan dua sejoli yang sempat terpisah oleh jarak dan waktu. Banyak pertanyaan berkecamuk untuk dijawab, amarah yang menunggu untuk didinginkan dan sebuah kerinduan memuncak yang menanti untuk dilampiaskan.

Jujur, AADC2 ini sebenarnya bukan jenis film yang kita harapkan kelanjutannya, bagi saya semua sudah jelas 14 tahun silam ketika Rangga berjanji kepada Cinta untuk kembali setelah satu purnama. Buat saya meski menjadi fans film pertamanya, AADC 2 jelas bukan film yang wajib ada, ini tidak lain sebagai wujud fans service dari seorang Mira Lesmana untuk menyenangkan para penggemar AADC? yang hingga kini masih sama antusiasnya ketika mereka mengantre tiket dulu. AADC 2 sendiri menurut saya lebih memfokuskan dirinya sebagai tontonan nostalgia yang hanya bekerja baik buat mereka yang mencintai film pertamanya.
Ya, saya menyadari bahwa bangunan kisah baru garapan Mira Lesmana dan Prima Rusdi  tidaklah sesolid pendahulunya. Tidak ada dasar cerita yang kuat untuk menjelaskan kenapa hubungan Rangga dan Cinta kandas di tengah jalan. Meski pada akhirnya dijelaskan di sini tetapi saya tidak menemukan itu adalah alasan kuat yang cukup masuk di logika. AADC? 2 harus diakui memulainya dengan sedikit canggung dan lambat, namun beruntung perlahan Riri Reza yang kini dipercaya menggantikan pekerjaan bagus Rudi Soejarwo berhasil mendapatkan pegangannya yang lebih nyaman. Setelah itu semua mengalir dengan cukup lancar termasuk bagaimana setiap karakternya masih mencoba mempertahankan ciri khas mereka masing-masing. Nyaris tidak ada yang berubah meski kini semuanya telah menginjak usia tiga puluhan, di satu sisi itu terasa menyenangkan karena kembali membawa kita ke ingatan masa lalu namun di sisi lain ini menjadi terasa janggal karena aneh saja kenapa mereka tidak bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa, termasuk Cinta sendiri yang masih sama persis seperti dulu, satu-satunya yang terlihat berkembang mungkin hanya tokoh Carmen yang seakan-akan mengemban tugas Alya yang kini terpaksa harus absen. Sementara  Rangga sendiri kini sedikit berbeda dengan Rangga dulu yang tega dan tanpa dosa melempar pulpen ke orang lain yang berisik. Ia lebih sensitif dan selalu punya inisiatif untuk memecah keheningan lebih dahulu, mungkin ini adalah kombinasi dari efek rasa bersalah dan kerinduan terpendam yang memuncak selama bertahun-tahun, jadi setiap Cinta mulai marah atau tidak nyaman, Rangga dengan sigap berusaha memperbaiki keadaan.

Ya, AADC 2 tidak sempurna, tapi jujur secara subyektif saya menocba menutup mata, ada perasaan aneh dalam artian positif ketika meyaksikan kembali dua pasangan abadi ini di layar lebar yang masih perkasa seperti dulu, chemistry solid dari Rangga dan Cinta yang sedikit banyak sudah membantu menutupi kualitas dialog. Romansanya sekali lagi bekerja dengan sangat baik. Setiap tatapan mata punya arti mendalam, setiap senyum manis dan tawa memberi sentuhan kebahagiaan dan setiap amarah menjadi romantika penuh emosi. 
Seketika AADC? 2 menjadi sebuah romansa jalan-jalan ala trilogi Before-nya Richard Linklater minus dialog-dialog tajam. Dari sudut-sudut Jalan Prawirotaman hingga Pasar Beringharjo, pantai Parang Terititis sampai Punthuk Setumbu, Riri Reza berhasil mengeksploitasi lokasi-lokasi cantik bersama visual indah dari tuan rumah Yogyakarta untuk memperkuat sisi sentimentilnya. Sementara sekali lagi soundtrack manis dari Melly Goeslaw dan Anto Hoed membawa kita kembali ke masa lalu. Kombinasi tembang lama dan baru seperti Seribu Purnama sukses memberi jiwa pada AADC 2 sama baiknya dengan pendahulunya.

Rating:
9/10 

(bhahahaha)

Sumber:
Movienthusiast

Review Film My Stupid Boss

1:43:00 PM Posted by Prast , , , No comments
Review Film My Stupid Boss - Melihat transformasi Reza Rahardian menjadi bos rese, nyaris botak dan jelek dari trailernya saja sebenarnya sudah lebih dari cukup membangkitkan minat untuk menonton karya terbaru dari Upi, sutradara yang pernah membesut film-film seperti Radit & Jani, Realita Cinta dan Rock’n Roll serta Belenggu. Menariknya lagi, Reza kembali dipasangkan dengan Bunga Citra Lestari, tandemnya di Habibie & Ainun yang bombastis itu.
Harus diakui penampilan nyentrik Reza sebagai Bossman memang tidak ada duanya di sini, sama seperti premisnya itu sendiri yang juga unik dan menyegarkan, belum saya menyebutkan kedekatan ceritanya dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang tersiksa di pekerjaannya karena punya bos menyebalkan, Tetapi percayalah, sebrengsek-brengseknya bos kalian, kamu pasti belum pernah mengenal Bossman. Ibaratnya, dia itu seperti dewanya para bos brengsek, ia memborong semua kriteria terburuk yang pernah kamu temukan di atasan-atasan menyebalkan dari sifat yang luar biasa pelit, tidak peduli dengan bawahan, semaunya sendiri dan asal berbicara tanpa mikir serta tindakan-tindakan absurd yang akan membuatmu geleng-geleng kepala,  lihat saja bagaimana Diana (Bunga Citra Lestari) langsung menyesali keputusannya beberapa detik ketika ia diterima kerja di perusahaan teman dekat suaminya (Alex Abbad) itu. Ya, nasi sudah menjadi bubur, Diana kini tidak bisa mundur karena benturan kontrak kerja, ia terjebak bersama karyawan-karyawan lain yang terlebih dahulu sudah kenyang dizolimi habis-habisan oleh sang bos.

Ya, saya tidak bisa membohongi diri sendiri untuk mengatakan bahwa ini adalah sajian komedi yang menyenangkan meski sebenarnya dengan mudah melihat bahwa ini jauh dari sempurna, teruma naskah yang juga digarap oleh Upi yang tidak terlalu solid bersama penyelesaian konflik yang terbilang payah dan maksa, tetapi ini adalah gelaran komedi yang selalu bisa dimaklumi selama ia bisa menjalankan tugas utama, yakni membuatmu terbahak atau paling tidak tersenyum-senyum geli lah dengan cara yang tidak murahan, dan kamu akan menjadi orang yang sama menyebalkannya dengan Bossman ketika terlalu meributkan hal-hal yang kurang penting di genre ini, toh, Upi sudah terbilang melakukan pekerjaan yang sangat bagus guna menambal kekurangan di narasinya dengan penyutradaraan gemilang yang dibalut presentasi apik dan tata artistik menawan serta visual kaya warna dari Muhammad Firdaus.

Seperti yang saya katakan di atas, My Stupid Boss berhasil menunaikan tugasnya dengan baik dalam usaha memberikan penontonnya sebuah pertunjukan penuh tawa. Memang tidak semua guyonannya kena, beberapa meleset namun porsi kegagalan memancing tawa atau setidaknya senyuman jauh lebih sedikit ketimbang keberhasilannya. Mau tahu yang 100% kena? Ya, kamu jelas tidak bisa menyangkal bahwa My Stupid Boss digerakkan oleh kemampuan akting fantastis Reza Rahardian yang entah bagaimana selalu berhasil menembus batasan yang mungkin membuat aktor lain sudah menyerah duluan. Susah membayangkan jika karakter Bossman yang setengah gila itu dimainkan aktor lain selain Reza.  Bossman adalah karakter yang spesial, dan hanya aktor spesial macam Reza yang mampu menghadirkan sisi paling menyebalkan dalam diri seseorang sama hebatnya dengan sisi baiknya lengkap dengan segala improvisasinya

yang luar biasa. Tetapi bukan berarti cast lain bermain buruk, tidak sama sekali. BCL juga tampil keren di balik potongan rambut bob-nya dan kostum yang membuatnya tampak lebih mudah dan imut, Memang susah menandingi keperkasaan Reza yang terlalu kuat di sini, tetapi BCL yang pernah punya pengalaman bermain bersama Reza sebelumnya setidaknya mampu melakukan “jual beli” akting yang mumpuni.

Rating
7,5/10

Sumber:

Jadi Game of Thrones ini tentang apa ?

4:08:00 AM Posted by Prast , , , , , , , , ,
Kisah Game of Thrones ini kejadiannya berlangsung di sebuah benua fiksi bernama Westeros dan Essos dalam setting yang menurut ane mirip sama Era Abad Pertengahan Bumi kita.
Westeros & Essos

Serial ini secara umum menggambarkan tiga alur cerita. Yang pertama adalah perang antar "House" yang ada di Westeros, masing2 House ini saling sikut dengan intrik politik dan permainin licik tiada akhir dalam rangka memperebutkan "Iron Throne" dan menguasai Tujuh Kerajaan yang ada di Westeros - dari sini asal muasal judul Game of Thrones. 
-Analoginya, anggep aja Westeros ini benua Eropa, sementara di dalamnya ada banyak Negara (House) dan setiap House itu memperebutkan Iron Throne dan berhak menguasai benua itu.-

7 House utama di Westeros:
  • Castle Winterfell- House Stark

  • Castle Eyrie - House Arryn
 
  • Castle Harrenhal - House Hoare
  • Castle Casterly Rock - House Lannister 
  • Castle Storm's End - House Durrandon
  • Castle Highgarden - House Gardener
  • Sunspear of Dorne - House Martell






Tiga House utama yang terlibat dalam perang sipil ini adalah Stark dari Winterfell, Lannister dari Casterly Rock, dan Baratheon dari Dragonstone.
Pada awal seri, Baratheon mmenjadi penguasa Iron Throne setelah menggulingkan "Raja Gila" Aerys Targaryen dengan jalan pemberontakan. Namun kemudian King Robert Baratheon meninggal, dan tahta berpindah ke putra tertuanya yaiu King Joffrey. Istri Robert, Cersei yang berasal dari keluarga Lannister menjadi Queen of Reign. Sementara itu House lain merasa King Joffrey dengan usianya yang masih sangat muda hanya menjadi boneka dari House Lannister. Dan ada gosip juga yang beredar bahwa Joffrey bukan anak sah dari Robert dan Cersei. 
Nahlho, semakin rumit dan semakin asik untuk diikuti kisahnya kaan..



Alur cerita yang kedua berlangsung di Essos, dengan lingkungan yang keras dan sebagian besar dalam bentuk gurun. Daenerys Targaryen, putri yang sedang diasingkan dan merupakan pewaris terakhir dari House Targaryen (yang merupakan House utama yang menguasai seluruh Westeros sebelum Baratheon berkuasa), berusaha untuk membangun pasukan dan kembali ke Westeros untuk merebut kembali tahta yang direbut dari ayahnya.


Alur cerita ketiga terjadi di bagian utara Westeros dimana terdapat tembok es raksasa, yang berfungsi melindungi Westeros dari Wildling dan White Walkers yang hidup di luar tembok.

Sementara penjaga tembok mulai menyadari ancaman besar dari luar tembok, kabar ini tidak menjadi perhatian serius para manusia Westeros yang sibuk dengan perebutan kekuasaan yang sedang terjadi. 


Jadi kurang lebih seperti itulah Game of Thrones, Harus ane ingetin, Game of Thrones ngga direkomendasiin buat kamu yang jantungnya lemah. Ada banyak kekerasan, darah dan kejadian2 menyayat hati yang sering bikin geram pada setiap akhir seasonnya.

Buat kamu yang baru mau mencicipi Game of Thrones, disarankan untuk bersabar menontonnya (setiap season ada 10 episode), dengan banyaknya karakter dan dunianya yang luas maka wajar pada awal2 kita akan sedikit keteteran. Tapi tenang saja, karena film ini akan menjadi pemandu yang baik dalam upaya menyeretmu ke dalam pusaran kekacauan Game of Thrones.

Game of Thrones: Serial Keren Wajib Tonton

Ned Stark

Buat yang belum tau atau cuma baru sekedar denger, memasuki bulan April ini mulai banyak tulisan2 tentang Game of Thrones, atau mungkin kadang pas lagi di instagram atau sosmed lain suka ga sengaja liat meme2 seperti ini

Nah sekarang ane kasih tau, itu semua berasal dari sebuah serial TV populer yang lagi ngehits banget berjudul Game of Thrones.
Game of Thrones adalah sebuah serial televisi populer yang sudah ditayangkan selama lima musim di HBO channel. Serial ini sendiri didasarkan pada seri novel epik fantasi berjudul "A Song of Fire and Ice" yang ditulis oleh George R. R. Martin.

Total serial buku itu direncanakan ada 7 buku nantinya, dimana saat ini baru rilis 5 buku, dan buku ke enamnya baru akan rilis segera setelah serial musim ke enamnya diputar. Berikut daftar lengkap novel dalam seri "A Song of Fire and Ice" beserta tahun rilisnya:

  • A Game of Thrones (1996)
  • A Clash of Kings (1998)
  • A Storm Swords (2000)
  • A Feast of Crows (2005)
  • A Dance with Dragons (2011)
  • The Winds of Winter (2016)
  • A Dream of Spring (entah kapan)
HBO sudah merencanakan season ke enamnya yang akan tayang akhir April 2016, sementara buku novelnya yang ke enam baru akan dirilis setelah serialnya diputar.

Serial novel ini kebetulan sudah punya 2 judul yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, jadi buat kamu yang penasaran sama bukunya dan males baca yang edisi English nya bisa coba jalan2 ke toko buku di kota kamu.

Ini penampakan bukunya

Jadi sebenernya Game of Thrones itu ceritanya tentang apa?
Cek lanjutannya di mari : 
Jadi Game of Thrones ini tentang apa ?

Film Review 10 Cloverfield Lane

6:00:00 AM Posted by Prast , , , No comments

Sejak perilisannya pada tahun 2008 Cloverfield menjadi pembicaraan banyak penikmat film. Terinspirasi oleh film Godzilla, Cloverfield adalah sebuah film tentang raksasa2 yang menyerang Manhattan. Dengan gaya found footage, membuat film itu semakin menarik. Walaupun sebenernya ngga original, karena gaya ini bisa dilihat di film2 lain seperti Diary of the Dead dan Quarantine, namun dalam beberapa tahun terakhir gaya pemfiilman ini telah dieksploitasi habis2an dan semakin menurun jika kita bicara tentang kualitas film2 dengan gaya ini, dengan kamera shaky yang kadang malah bikin penonton mual. Namun ada pengecualian dengan Cloverfield. Film ini menurut saya memiliki karakter realistis dan menyenangkan, dan efek visualnya juga termasuk sangat baik untuk adegan2 yang menampilkan rakasanya.

Berkat kesuksesan film itu, produser JJ Abrams, yang suka menggoda penggemar film-filmnya dengan sempilan "Telur Paskah" dan petunjuk di dalam film2nya kemudian mengeluarkan sekuelnya, kalo bisa disebut sebagai sekuel.

Mary Elizabeth Winstead berperan sebagai Michelle, seorang pekerja kantoran yang melarikan diri dari tekanan hidup sehari2. Dalam opening scene nya dia mengendarai mobil hingga akhirnya mengalami kecelakaan dan setelah kembali sadar dia sudah dalam keadaan dirantai di sebuah bunker bawah tanah. Kemudian si Tuan Rumah, Howard (diperankan oleh John Goodman) menyapa Michelle dan menjelaskan bahwa dunia luar telah hancur oleh serangan yang telah menyebabkan udara menjadi beracun, dan mengatakan jika Michelle meninggalkan bunker ini maka dia akan segera mati. Kemudian kita juga akan diperkenalkan dengan Emmet yang juga menjadi penghuni bunker ini seperti halnya Michelle.
Seiring mereka menjalani kehidupan di dalam bunker tersebut, Michelle dan Emmet mulai mencurigai bahwa Howard sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.
Jujur saja menurut saya 10 Cloverfield Lane adalah sci-fi thriller yang sangat baik, dan sejauh ini masih yang terbaik di 2016. Perkembangan intensitas karakter dari tiga karakter dalam ruang tertutup ini juga sangat baik, mengingatkan kita pada film Ex Machina yang dirilis tahun lalu. Namun yang perlu dicatat, film "sekuel" ini seperti tidak berhubungan langsung dengan film Cloverfield yang pertama. Lebih baik tidak berekspektasi macam2 kalo mau nonton film ini. Akan tetapi dalam segala hal secara overall 10 Cloverfield Lane jelas merupakan sebuah peningkatan dari film yang pertama.

RATING
7.5/10

Film Wonder Woman Segera Menyusul Batman v Superman

5:19:00 PM Posted by Prast , , , , No comments
Udah nonton Batman v Superman pastinya kan? Kalo udah, gimana perasaannya setelah liat aksi mbak Wonder Woman? Penasaran sama kisahnya, pengen tahu kelanjutan kisahnya bla bla bla. Nah kabar baiknya, Tahun depan akan rilis film solo-nya Mbak Diana Prince alias Wonder Woman (biar gampang ane singkat WW tanpa gombel aja buat kedepannya)

Di film ini nantinya kita akan dikenalkan lebih jauh dengan karakter Wonder Woman, termasuk asal muasalnya doi yang merupakan dari bangsa Amazonian.

Dilihat dari gimana cara mba WW berantem lawan Doomsday di BvS kemarin, bikin kita semakin penasaran sama latar belakang doi, bagaimana dia dengan sangat percaya diri berani menyerang Doomsday dimana saat itu Batman sama Superman mulai kewalahan.

Udah mulai berekspektasi seperti apa nantinya film ini? Ane kasih bocoran ya, jadi filmnya nanti kurang lebih akan bersetting pada masa Perang Dunia 1 dan akan menguisahkan mba Diana Prince yang katanya akan lebih naif dan lebih feminim, disana nanti WW (Gal Gadot) akan beradu akting dengan Chris Pine yang berperan sebagai Steve Trevor. 

Kira-kira akan seperti apa keseruannya nanti? kita tunggu aksi Wonder Woman di filmnya yang akan rilis premier 23 Juni 2017. Buru gih bikin notif di Kalender HP.

Film Review : Batman v Superman

5:17:00 PM Posted by Prast , , , , , , No comments
GOD, ampuni hambamu yang lalai ini. Hampir sebulan ngga buka blog sendiri. Ada beberapa film yang ditonton dan meninggalkan kesan dalam tapi lagi ngga mood buat nulis. Dan belum lama ini saya abis nonton Batman v Superman yang menurut saya hasilnya sangat jauh dari mengecewakan. Khusus untuk postingan kali ini dengan segala kerendahan hati saya sebagai pembaca setia Movienthusiast mohon izin share tulisannya disini, karena isinya sama persis dengan apa yang saya rasakan. Jadi iya ini tulisan dibawah sama sekali bukan tulisan saya.
=======================================================================

It’s happening! Ya, waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah tiga tahun lamanya sejak Warner Bros mengejutkan jagat per-superhero-an dengan mengumumkan proyek sekuel Man of Steel, kini mimpi basah buat setiap fanboy komik dunia, khususnya DC Comics akhirnya benar-benar kejadian. Batman v Superman: Dawn of Justice sudah datang, membawa segala hype luar biasa sejak konfrensi pers Zack Snyder di ajang San Diego Comic-Con Internasional 2013 silam.  Snyder mengatakan bahwa seri lanjutan Man of Steel ini bukan sembarang sekuel, ia akan menjadi sebuah sekuel nan epik karena untuk pertama kalinya dua raksasa DC (Superman dan Batman) bertemu dan baku hantam dalam satu universe.

Ya, hype-nya begitu besar diiring dengan harapan yang juga semakin besar. Dari kejutan kemunculan Batman dalam sekuel Superman, casting Ben Affleck sampai Woder Woman-nya Gal Gadot, berita-berita baru tentang BvS selalu menjadi bahan diskusi menarik buat para moviegoers dunia yang menghitung hari demi hari untuk menunggu kemunculan utuhnya setelah sebelumnya diberondong trailler-trailler menggiurkan tanpa pernah benar-benar menyadari bahwa langkah drastis yang diambil Warner Bros dan Snyder ini adalah sebuah perjudian luar biasa dengan taruhan yang sama luar biasanya. Efeknya nanti, berhasil atau tidak,  tidak hanya berimbas pada franchise Superman itu sendiri saja namun juga Batman, Justice League dan masa depan adaptasi DC Comics dalam usaha mereka untuk setidaknya bisa mendekati pekerjaan fantastis yang sudah dibuat rivalnya, Marvel dengan MCU-nya yang super solid itu.

Separuh cerita lanjutan Man of Steel dan separuh prolog buat Justice League, BvS memulai segalanya dengan kembali sedikit mengulang origins Batman sebelum kita menyaksikan bagaimana kehancuran Metropolis di klimaks akhir Man of Steel ternyata berpengaruh besar buat banyak orang, salah satunya adalah Bruce Wayne (Ben Affleck) yang menyaksikan dengan mata sendiri bagaimana duel Superman dan Zod memakan begitu banyak korban jiwa. Dari peristiwa ini Bruce Wayne kemudian melihat bahwa Superman bisa menjadi ancaman besar buat manusia dan kemudian terobsesi untuk menghentikan sepak terjang si manusia besi yang dipuja-puja bak Tuhan oleh umat manusia itu. Masalahnya bukan hanya kehadiran Superman saja yang menjadi kontroversial, di tempat lain ada ancaman yang sudah menunggu diam-diam, datang dari sosok milliuner cerdas, Lex Luthor (Jesse Eisenberg).

Kita mengenal Zack Snyder adalah sutradara yang piawai memanfaatkan CGI dalam mengolah visual artistik dan adegan-adegan aksi bombastis yang cantik, tetapi sayang ia bukan pencerita yang baik tidak peduli di belakangnya ada nama-nama besar macam Chris Terrio (Argo) dan David S. Goyer (trilogi The Dark Knight), jika ada satu filmnya yang  paling bagus dalam bercerita mungkin itu adalah Watchman, sisanya ia tidak lebih dari sutradara yang gemar mengeksploitasi layar hijau dan gambar-gambar bagus, termasuk Man of Steel dan BvS ini. Ya, durasinya yang menyentuh dua jam setengah seharusnya lebih dari cukup buat Synder untuk menghasilkan sebuah narasi yang bagus. apalagi ia punya modal premis yang begitu kuat dengan melibatkan dua superhero paling besar di jagat raya termasuk segala filosofi God vs man-nya, tetapi Snyder tetaplah Snyder, BvS tidak lebih baik dari Man of Steel dari segi penceritaan. Ini bisa dibilang berantakan, membingungkan dan tidak bersinergi dengan konsep dan universe-nya. Misalnya saja tentang Batman yang digambarkan sudah tua, sudah 20 tahun kata Alfred Pennyworth (Jeremy Irons) namun sepertinya tidak ada yang mengetahui sepak terjang sang manusia kelelawar itu sama sekali padahal di sini di gambarkan lokasi Gotham dan Metropolis hanya bersebelahan. Tidak ada yang tahu bagaimana Lex Luthor bisa tahu segalanya, sampai-sampai mampu menyusup ke markas Batman hanya untuk mencoret seragam dan surat-suratnya dan berbagai plot hole lainnya yang lumayan akan menyentil logikamu.

Sisanya, paruh pertama bergerak begitu lurus dan membosankan dengan karakter-karakter yang berbicara tanpa dukungan dialog kuat tanpa adanya kedalaman dan interaksi satu sama lain yang berarti meski potensi untuk membuatnya menjadi lebih kompleks ala The Dark Knight milik Nolan dengan segala elemen politik, moral dan pencarian jati diri. Plotnya terasa acak, melompat satu tempat ke tempat lain dengan kasar,  tidak dijahit dengan rapi untuk bisa membentuk sebuah kesatuan cerita yang solid dan yang satu hal yang pasti, aromanya kelewat serius dan kelam, ini akan mengecewakan penonton muda yang berharap akan banyak gelaran seru sejak awal, jadi jangan bandingkan BvS dengan superhero buatan Marvel yang mampu tampil serius dan santai sama hebatnya, DC dan Warner Bros masih harus banyak belajar lagi soal ini untuk bisa memenangkan pertempuran yang berat sebelah ini.

Jika ada kekuatan yang menonjol di sini mungkin itu berkat casting yang kuat. Awalnya banyak yang memandang sebelah mata pemilihan Ben Affleck sebagai Batman, tetapi apa yang terjadi di lapangan berkata lain. Ya, Batman versi Affleck tentu saja berbeda, ia punya pesona berbeda dengan Batman versi sebelumnya, ia lebih brutal, lebih kuat secara fisik meski digambarkan usianya sudah tidak muda lagi, seperti kata Alfred, “Even You’ve too old to die young”, bahkan kalau mau jujur, BvS terasa lebih berenergi di setiap kemunculan si kelelawar ini namun bukan berarti kita bisa menyampingkan Henry Cavill dengan Superman-nya. Faktanya ini masih film Superman dan ia masih menjadi hati terbesar buat ceritanya. Di atas kertas seharusnya Snyder bisa mengeksplorasi lebih jauh lagi soal kegalauan sang jagoan, bagaimana ia harus menghadapi situasi sulit yang membuatnya harus mengambil keputusan berat termasuk cintanya dengan Louis Lane (Amy Adams), sayang itu tidak terjadi setidaknya tidak dilakukan dengan baik. Jika Affleck harus mendapat cibiran ketika pemilihannya sebagai Batman pertama kali, nasib berbeda yang dialami Gal Gadot yang langsung dipuja-puja meski ada yang mengatakan dirinya masih kurang montok untuk memerankan karakter Diana Prince, toh, pemeran Gisele Yashar dalam franchise Fast & Furious ini berhasil menjadi screen stealer di sini. Satu hal yang mengganggu di sini mungkin Lex Luthor-nya Jesse Eisenberg yang annoying. Bukan berarti Eisenberg tidak cocok memerankan sosok villiant masalahnya ia terlalu banyak bicara dan ia bukan Joker dan segala kecerewetannya itu sangat mengesalkan.

Dan seperti yang dilakukannya dalam Man of Steel, Snyder menaruh segala kesenangannya di akhir film, ya, percayalah 30-45 menit akhir itu adalah bagian terbaik BvS, terutama ketika Woder Woman datang dengan begitu dramatis dan mengesankan dalam iring-iringan scoring mengelegar Hans Zimmer dan Junkie Xl,  sedikit disayangkan sudah tidak lagi mengejutkan karena telah diobral di trailer sebelumnya. Adegan pertempuran klimaksnya luar biasa dahsyat, membuat air liurmu menetes karena takjub,  kemunculan Doomsday benar-benar menghasilkan kerusakan luar biasa bagi para pahlawan super kita yang harus bahu membahu mengalahkannya. Snyder tahu benar bagaimana mengolah setiap adegannya dengan bombastis, menghasilkan sebuah keseruan luar biasa yang sedikit banyak sudah mengobati kekecewaan di paruh pertamanya, bagi pembaca komiknya tentu saja sudah bisa sedikit menebak apa yang terjadi di akhir ketika Snyder memilih memunculkan sosok Doomsday, tetapi saya cukup puas dengan ending-nya yang emosional dan di saat bersamaan, sudah memberi dasar kuat buat kehadiran Justice League nanti.

=======================================================================

Jadi begitu kurang lebih, biar lebih afdol maka akan saya kasih sedikit rangkuman saya pribadi dari film ini.
1. Kesan pertama udah terasa ini film Snyder banget 
2. Film ini secara keseluruhan jelas sebuah peningkatan dibandingkan dngan Man of Steel (karya Snyder sebelumnya)
3. Berhubung film ini ceritanya adalah 20 thn setelah wayne menjadi Batman, jujur pemilihan Affleck pas banget. Penampilan Affleck jg mnurut ane luar biasa, dia mampu memerankan Bruce Wayne yang "lelah" dan ditambah geram dengan ulah Man of Steel dalam memporakporandakan metropolis, akhirnya dia seperti berusaha untuk mengakhiri semua kekacauan ini dengan ngajakin brantem Superman.
4. Superman di film ini menurut ane justru kebalikan dari Man of Steel, disini terlihat Superman yang sangat "Manusia". Bagaimana dia wujudin cinta sm ibunya, tertekan, galau, hingga akhirnya memutuskan "bunuh diri"
5. Wonder Woman. tokoh paling mengejutkan di film ini seandainya dia ga diobral duluan di trailer  scene favorti tentu saja setelah dia dihantam sm Doomsday dan doi malah senyum.  pasti banyak yang sepakat
6. Satu-satunya yang kerasa janggal ya cuma Lex Luthor. Bukan karena Jesse Eisenberg bermain buruk. Lebih ke "kenapa Lex Luthor dibikin kek gitu karakternya?" cerewet dan annoying, kesannya lebih mirip joker muda.
7. Film ini jadi pondasi yang lumayan untuk dimulainya Justice League.
8. Ben Affleck udah sempurna jadi Batman di universe yang sekarang, dia mampu menjadi Wayne yang karismatik sekaligus jadi Batman yang badass. 

BvS 
8/10

7 Film Favorit Prasetcetera 2015

2:34:00 PM Posted by Prast , , , , No comments
Aalright, ini salah satu naskah postingan yang teronggok 6 bulanan di harddisk, ngga kerasa udah selesai aja 2015nya. Baik tanpa berlama-lama, (harap diperhatikan) list film dibawah ini adalah list film favorit saya. Bukan list "film terbaik", karena menurut saya untuk bisa menilai sesuatu sebagai yang terbaik perlu dilihat dari banyak perspektif. Dan karena saya merasa ngga punya kualifikasi untuk menilai setiap film, maka here is my favorite film tahun 2015.

Secara umum, tahun ini terasa unuik karena ada banyak film blockbuster dengan kualitas lumayan. Dari segi Box Office juga tahun ini meningkat tajam dibanding tahun 2014 dengan pencapaian luar biasa dari Star Wars.

1. MAD MAX: FURY ROAD
Mad Max film favorit 2015 prasetcetera
Ini film paling keren tahun ini. Entah kkamu adalah penonton film originalnya atau penonton baru, kamu akan tetap dapat menikmatinya. Segala ke-epik-an yang ada di dalamnya tersaji dengan sangat total, ditambah dengan plot dan settingnya yang sangat menarik. AWESOOOME!!! 9/10

2. STAR WARS: THE FORCE AWAKENS
spy film favorit 2015 prasetcetera

Sebagai sebuah awal kisah baru, Star Wars: The Force Awakens sukses menunaikan tugasnya dengan baik, amat baik malah. Banyak twist mengejutkan di dalamnya, dan membawa banyak kenangan dengan kejayaan film-film sebelumnya. Dan asyiknya, sekali lagi, ini baru awal, setiap desember untuk beberapa tahun ke depan kita akan diajak berpetualang ke galaksi, far, faar awaay. 9/10

3. THE MARTIAN
THE MARTIAN film favorit 2015 prasetcetera

Inilah film paling menarik tahun ini. Melabeli dirinya sebagai film Sci-Fi, Survival, Mars  dan “Ridley Scott”, kenyataannya The Martian tidak memiliki alien ganas di dalamnya. The Martian adalah sebuah kisah bertahan hidup luar biasa dari seorang manusia bumi-hampir-putus asa yang megah namun sangat manusiawi dan lucu. 9/10
Inilah film paling menarik tahun ini. Melabeli dirinya sebagai film Sci-Fi, Survival, Mars  dan “Ridley Scott”, kenyataannya The Martian tidak memiliki alien ganas di dalamnya. The Martian adalah sebuah kisah bertahan hidup luar biasa dari seorang manusia bumi-hampir-putus asa yang megah namun sangat manusiawi dan lucu. 9/10

4. THE REVENANT
THE REVENANT film favorit 2015 prasetcetera

Sebagai sebuah film nominasi Oscar, rasanya tidak pantas kalo saya ngga masukin film ini ke dalam film favorit 2015.
Tidak ada yang "wah" dari segi plot cerita, tapi melihat bagaimana akting DICaprio dalam menghadapi ganasnya alam dan usahanya untuk membalas dendam patut diapresiasi. Dan tentunya kita wajib angkat topi juga bagi kru film yang telah dengan sangat luar biasa menghadirkan pemandangan fantastis sepanjang film dan berhasil menghadirkan suasana yang begitu dingin. 8/10

5. KINGSMAN: THE SECRET SERVICE 
kingsman film favorit 2015 prasetcetera
Film tentang agan rahasia tanpa basa basi. Sangat enjoyable. Adegan super awesome di gereja adalah salah satu adegan terbaik di film ini. 7/10

6. SPY
spy film favorit 2015 prasetcetera
Film paling gila tahun ini untuk genre komedi. Lagi-lagi film tentang agen rahasia, seperti biasa Melissa McCarthy menjadi sumber kekonyolan dalam film ini meski kali ini ia mempunyai misi besar yaitu menyelamatkan dunia. Kejutan paling luar biasa tentu saja itu adalah Jason Statham, agen senior yang kelewat percaya diri dan super narsis dengan mulut ultra kotornya, Statham diluar dugaan mampu tampil kocak dan sekaligus garang sama dahysatnya di setiap kehadirannya yang mengejutkan. 7/10

7. KAPAN KAWIN
kapan kawin film favorit 2015 prasetcetera

Genre komedi romantis jelas bukan hal baru untuk sinema Indonesia, tapi yang ini kelasnya diatas para kompetitornya. Dari jajaran cast memang film ini sudah menjanjikan, meski dari sisi plot sudah biasa kita lihat di FTV, tapi pesona Reza Rahardian yang tampil sangat lepas disini sangat enjoyable untuk ditonton. Dialog-dialognya meski klise juga ternyata sangat efektif. 8/10


Yah dosa saya memang ketika banyak film yang katanya bagus tapi belum sempat saya tonton seperti Spotlight, The Big Short dan melewatkan beberapa film Indonesia kece yang ketinggalan jadwal tayangnya.

Film Review The Revenant, Penampilan Terbaik DiCaprio

2:51:00 PM Posted by Prast , , , 1 comment
The Revenant adalah film teranyar dari Sutadara peraih Oscar 2015, Alejandro Gonzales Iñárritu, sebuah karya megah mengenai perjuangan bertahan hidup Hugo Glass dari kerasnya alam Amerika Utara era 1800-an.

The Revenant sebenarnya adalah sebuah adaptasi dari novel kisah nyata The Revenant: A Novel of Revenge milik Michael Punke yang coba divisualkan oleh Iñárritu bersama co-writer-nya, Mark L. Smith dalam sebuah petulangan survival epik sepanjang 156 menit. Ceritanya berpusat pada kisah bertahan hidup luar biasa dari Hugh Glass (Leonardo Dicaprio), mantan tentara Amerika di era 1823 yang ditinggalkan oleh rekannya begitu saja setelah dihajar habis2an oleh seekor beruang Grizzly. Glass tidak hanya bekas tentara, ia juga adalah pemburu handal yang sudah cukup lama tinggal bersama kaum Indian. Kepiawaiannya mengenal medan liar nan sulit dibutuhkan oleh Kapten Andrew Henry (Domhnall Gleeson), komandan ekspedisi perburuan bulu hewan yang pada saat itu di serang oleh kaum Indian Arikara atau yang dikenal dengan Ree. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa Glass yang nyaris mati ternyata bisa bertahan hidup dan berniat balas dendam kepada Fitzgerald (Tom Hardy) yang meninggalkannya sekarat begitu saja.

Kelam, brutal, dingin, dan sekaligus sangat cantik

Iñárritu tidak sekedar meminta penontonnya duduk dan menyaksikan segalanya, namun juga turut merasakan apa yang terjadi. Suasana dinginnya seakan-akan terasa menusuk tulang dan  menemani karakter Hugh Glass yang malang dengan kemampuan bertahan hidupnya yang mungkin akan susah dipercaya jika ini bukan diangkat dari kisah nyata. Setiap detil digarap Iñárritu dengan meyakinkan, setiap daging yang terkoyak dan tertusuk terasa begitu menyakitkan, darah yang tertumpah tampak begitu kontras dengan kanvas saljunya yang mampu menciptakan luka mendalam bagi penontonnya. Alam liar benar-benar menjadi musuh utama di sini seakan-akan ingin menunjukkan sebuah pesan ketidakberdayaan manusia di hadapan alam yang bisa begitu kejam.


Penampilan terbaik Leonardo DiCaprio

Leonardo DiCaprio datang melengkapi film ini, susah untuk tidak terpukau dengan akting DiCaprio kali ini sekalipun kamu bukan fansnya. Kita sudah pernah melihat DiCaprio menjadi apa saja di berbagai film-film besar, sebut saja dari bocah autis Arnie Grape di What’s Eating Gilbert Grape, Romeo Montague di Romeo + Juliet,  Jack Dawson di Titanic, Amsterdam Vallon di Gangs of New York, Calvin Candie dalam Django Unchained, sampai Jordan Belfrot di The Wolf of Wall Street. Berperan sebagai Hugh Glass bisa jadi adalah pencapaian terbaiknya. Leo benar-benar menunjukkan apa itu artinya bertahan hidup melalui performa totalnya yang menembus batas mental dan fisik. Ia juga menjadi alasan mengapa emosi The Revenant bisa hadir begitu nyata. Bagaimana rasa kesepian, putus asa, takut, marah dan dendam semua bercampur aduk dalam satu raga kotor dan sekaratnya. Tidak banyak dialog yang dicupakan namun bahasa tubuh dan mimik wajah Leo telah  berbicara lebih banyak dari sekedar perkataan.


Tetapi tidak hanya Leo yang tampil gemilang, pujian besar juga pantas diberikan kepada Tom Hardy dalam perannya sebagai Fitzgerald, salah satu tokoh antagonis paling brengsek tahun ini. Lebih jahat dari peran Bane-nya di The Dark Knight Rises. Fitzgerald adalah gambaran pure evil dari sosok manusia tamak,  culas, kotor oportunis dan tanpa hati. Setiap kemunculannya memberi ancaman, kecemasan dan rasa tidak nyaman.
Rating
8,5/10

Film Review Star Wars: The Force Awakens

3:13:00 PM Posted by Prast , , No comments
Inilah film paling ditunggu penikmat film sepanjang tahun ini. Trilogi pertama Star Wars adalah salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah perfilman dunia, mereka menyebutnya sebagai pertunjukan luar angkasa yang epik.
Sebagai sebuah lanjutan kisah yang terakhir dirilis 3 tahun lalu apalagi dengan latar belakang cerita yang tidak cukup kuat jelas menjadi tugas berat bagi sutradara film ini, JJ Abrams. Bahkan sebelum menonton The Force Awakens, saya tidak menaruh ekspektasi besar pada film ini, namun ternyata saya salah besar, J.J Abrams mampu menanggung semua tanggung jawab dan ekspektasi sebesar ini.


The Force Awakens  melanjutkan dari apa yang terjadi di Return of The Jedi. Inti ceritanya adalah sebuah misi besar-besaran pencarian seorang legenda hidup bernama Luke Skywalker yang menghilang bak ditelan galaksi. Dua kubu berlomba menemukan keberadaan sang Jedi terkahir itu dengan dua agenda berbeda.  First Order, kubu jahat pimpinan Kylo Ren baru saja meluluh lantakan planet Jakku yang dipercaya menyimpan petunjuk terakhir keberadaan Luke dalam sebuah droid kecil, BB-8. BB-8 sendiri berhasil kabur membawa map digital paling dicari di seantero galaksi itu yang bertemu dengan gadis pengumpul sampah, Rey (Daisy Ridley) dan Finn (John Boyega), si Stormtrooper pembelot. Dari sinilah semua petualangan baru Star Wars kembali dimulai.
Seperti saya katakan tadi, bukan perkara mudah melanjutkan apa yang sebenarnya sudah selesai tiga puluh tahun lalu. Membuat kembali cerita baru dari awal tanpa membuang spirit pendahulunya menjadi tugas dari konduktor barunya, J.J Abrams. Jadi yang dilakukannya adalah membuat sebuah kisah baru, jagoan baru dan tentu saja teknologi baru dengan trilogi awal George Lucas sebagai benang merahnya, dan kamu tahu, semua berhasil dilakukan Abrams dengan baik, sangat baik.

Mengawali kisahnya dengan kehilangan tokoh sepenting Luke Skywalker jelas sudah memberi daya tarik tersendiri. Wajah-wajah baru yang tidak dikenal diberi kesempatan untuk beraksi dari awal. Tidak disangka duet pendatang baru; John Boyega dan Daisy Ridley berhasil mencuri hati penonton. Khusus buat Ridley, aktris muda asal Inggris ini punya tugas berat menjadi karakter sentral menggantikan Luke Skywalker dan ia melakukannya dengan sempurna. Perpaduan kecantikan, kecerdasan, keberanian dan ketangguhan, karakter Rey adalah jenis tokoh yang mudah dicintai penontonnya, ia sedikit banyak sudah mengingatkan kita pada Luke dalam The New Hope dengan segala kemisteriusan masa lalu dan peranan pentingnya dalam cerita, belum lagi saya menyebut droid baru yang lucu, BB-8, seperti versi R2-D2 dengan versi yang lebih lincah. Ada jagoan baru tentu saja ada musuh baru. Adam Driver bermain sebagai Kylo Ren, komandan First Order yang sejak kemunculan pertamanya sudah memberikan teror tersendiri dengan penampilan misterius, kekuatan gelap ala Darth Vader pujaannya dan light saber baru. Kisah Kylo Ren juga menjadi salah satu kejutan besar yang membuat narasi The Force Awekens menjadi lebih menarik. Berbicara soal kejutan, bukan Star Wars namanya jika tidak ada belitan-belitan di narasinya. 
The Force Awakens bisa dibilang sedikit berada di bawah Empire Strike Back yang punya kekuatan dan twist yang hampir sama gilanya. Setiap kejutan berakhir dengan letupan emosi, terutama buat para penonton lama. Setiap sesuatu yang familiar memunculkan sebuah nostalgia dan romantisme yang begitu kuat, dari sekedar scoring megah John Williams di awal film yang disertai dengan pergerakan font khasnya, kemunculan kembali Han Solo dan Chewbacca bersama Millenium Falcon-nya, Putri Leia yang menua dan C-3PO yang tidak pernah berubah cerewetnya. Khusus Han Solo yang masih dibawakan oleh Harrison Ford punya peran penting ketimbang karakter-karkater lama lain di episode VII ini yang bahkan disatu scene mampu mengubah arah kisah film ini di masa depan. Sementara kehadiran Luke sendiri memang sengaja disimpan karena kepentingan ceritanya.
Saya suka apa yang dilakukan Abrams di sini. Ia membuat sebuah tampilan baru dari universe lama Star Wars, tidak hanya untuk memanjakan penonton veterannya tetapi juga memperkenalkan dunia Star Wars kepada penonton barunya. Lihat bagaimana Abrams menghormati trilogi orisinalnya, ia seperti tengah memakaikan teman lama dengan baju baru. Abrams membuatnya menjadi lebih baik secara teknis dan visual termasuk setiap humornya yang bekerja dengan baik. Berbicara soal teknis, The Force Awakens seperti versi upgrade dari para pendahulunya. Perang bintang kini jauh lebih cantik, lebih canggih, lebih cepat dan lebih menggetarkan dengan segala efek khusus yang mahal. Penonton lawas akan merasakan sebuah nostalgia hebat ketika pasukan Rebellion yang dipimpin pilot handal, Poe Dameron (Oscar Issac) bermanuver hebat dengan X-wing-nya dalam misi menghancurkan versi raksasa Death Star, Starkiller. sementara penonton baru masih tetap akan terpukau dengan segala penyajiannya yang fantastis.