Resist The Usual

Pandemi COVID-19 Bencana dunia dan Ancaman bagi bangsa Indonesia

2:25:00 PM Posted by Prast , , No comments
Akhir-akhir ini seluruh dunia sedang mengalami sebuah ancaman besar yaitu Virus Corona (COVID-19) yang menjalar menjadi pandemi di seluruh dunia. Kita sebagai warga Indonesia juga tidak terhindar  dari wabah virus ini, penyebaran virus ini begitu cepat dan 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐢𝐧𝐤𝐮𝐛𝐚𝐬𝐢-nya relatif lama yaitu mulai 5 hingga 14 hari.
Lalu, apa sih yang dimaksud masa inkubasi?
Sederhananya begini, Misal ada seseorang yang hari ini terpapar virus dari seseorang yang sudah positif Corona, maka 5-14 hari kemudian baru akan terlihat gejala-gejalanya. Nah sementara itu, di jeda waktu sebelum gejala-gejala itu muncul biasanya orang ini masih akan beraktivitas seperti biasanya. Masih datang ke kondangan, belanja di pasar, beli jajan di alfamart, masih kumpul bareng temen, bersalaman dan bertemu banyak orang di tempat ibadah. Tanpa dia sadari dia sedang menularkan virusnya ke orang lain.
"Jadi masa inkubasi itu adalah waktu yang diperlukan oleh virus itu untuk mematangkan diri dan berkembang biak di dalam tubuh orang yang baru dia masuki." 
Maka dari itu, kita semua saat ini disarankan untuk beraktivitas di rumah dulu atau bahasa kerennya Social Distancing, kurangi aktivitas bertemu dengan banyak orang, karena kita tidak tahu darimana virus itu akan menulari kita. Lebih baik mencegah daripada terlambat dalam penyesalan.
Virus ini sendiri menyerang paru-paru dan sistem pernafasan manusia, jadi bagi para perokok harus lebih berhati-hati, karena paru-parunya lebih rentan terkena virus Corona.

Sebelum lebih jauh membahas tentang Covid-19 ini, kamu perlu tau beberapa tingkat penyakit yang bergantung dari seberapa luas penyakit tersebut dan seberapa sering terjadi di dalam komunitas. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), tingkatannya dibagi sebagai berikut:

 

1. Endemik
Tingkat pertama yaitu Endemik, dikaitkan dengan jumlah penyakit tertentu yang ada di suatu wilayah. Endemik masih bersifat lokal. Endemik juga kerap disebut sebagai 'tingkat dasar' dari suatu penyakit.

2. Epidemi
Epidemi adalah peningkatan mendadak dari jumlah kasus penyakit dari batas endemik di daerah tersebut. Epidemi terjadi ketika penyakit menular menyebar dengan cepat ke banyak orang. Sebagai contoh, pada tahun 2003, epidemi sindrom pernapasan akut (SARS) yang parah merenggut nyawa hampir 800 orang di seluruh dunia.

3. Outbreak atau wabah
Wabah terjadi ketika kasus penyakit terjadi dalam jumlah yang lebih besar dari yang diperkirakan di kelompok masyarakat atau wilayah atau selama musim tertentu. Wabah dapat terjadi di satu komunitas atau bahkan meluas ke beberapa negara. Itu bisa bertahan dari hitungan hari ke tahun.

4. Pandemi
Pandemi adalah epidemi atau penyakit yang menyebar ke beberapa negara lain dan mempengaruhi sejumlah besar orang di seluruh dunia. Pandemi biasanya juga disebut wabah penyakit global. HIV / AIDS adalah contoh dari salah satu pandemi global paling merusak dalam sejarah.

Saat ini, pandemi virus corona baru masih terus terjadi di berbagai belahan dunia. Secara umum, wabah ini memiliki dampak yang besar terhadap aktivitas dari berbagai aspek di seluruh negara.  Peristiwa pandemi bukan kali pertama terjadi. Ada belasan peristiwa yang kemudian menjadi pandemi. berikut adalah beberapa pandemi yang memiliki dampak cukup besar dalam sejarah:

1. Black Death atau Wabah Hitam 
Antara tahun 1347 dan 1351, wabah pes (disebabkan tikus) menyebar ke seluruh Eropa. Penyakit ini menewaskan sekitar 25 juta orang.  Pandemi ini kemudian dikenal sebagai Black Death. Wabah tersebut menjadi awal menurunnya perbudakan karena begitu banyak orang meninggal.


2. Cacar
Orang-orang Eropa mengenalkan sejumlah penyakit baru ketika pertama kali tiba di benua Amerika pada tahun 1492. Salah satunya adalah cacar, sebuah penyakit menular yang menewaskan sekitar 30 persen dari mereka yang terinfeksi. Selama periode tersebut, cacar merenggut nyawa sekitar 20 juta orang atau hampir 90 persen dari populasi di Amerika saat itu.  Namun, pandemi ini justru membantu para orang Eropa untuk menjajah dan mengembangkan daerah-daerah baru yang dikosongkan.


3. Kolera
Pandemi kolera pertama terjadi di Jessore, India dan menyebar ke sebagian besar wilayah hingga daerah tetangga.  WHO menyebut kolera sebagai "pandemi yang terlupakan" dan mengatakan bahwa wabah ketujuh yang dimulai pada tahun 1961, berlanjut hingga hari ini.  Kolera dilaporkan menginfeksi 1,3 juta hingga 4 juta orang setiap tahun, dengan kematian tahunan berkisar antara 21.000 hingga 143.000.  Penyakit ini sendiri disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri tertentu. Oleh karena itu, wabah kolera sangat membahayakan negara-negara dengan kesenjangan yang tinggi, kemiskinan, tingkat kesehatan rendah dan pembangunan sosial yang kurang.

4. Flu Spanyol (H1N1) Flu Spanyol 
yang juga dikenal sebagai pandemi influenza 1918, adalah wabah virus H1N1 yang menginfeksi sekitar 500 juta orang.  Saat wabah terjadi, Perang Dunia I akan berakhir dan otoritas kesehatan publik tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit protokol resmi penanganan pandemi virus. Pada tahun-tahun selanjutnya, penelitian pun dilakukan untuk memahami bagaimana pandemi terjadi berikut pencegahan yang dapat dilakukan.


5. SARS
SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome adalah penyakit yang disebabkan oleh satu dari tujuh jenis virus corona yang dapat menginfeksi manusia.
Pada tahun 2003, wabah ini bermula di Provinsi Guangdong, China, dan menjadi pandemi global saat menyebar ke 26 negara, menginfeksi 8.000 orang, serta menewaskan 774 di antaranya.
Wabah SARS memberikan pelajaran untuk meningkatkan kesadaran pencegahan penularan penyakit, terutama bagi Hong Kong, dimana permukaan fasilitas publik kemudian secara teratur dibersihkan.

6. Flu Babi
Bentuk baru dari virus influenza juga sempat muncul di tahun 2009. Wabah ini menginfeksi sekitar 60,8 juta orang di AS, dengan kematian global antara 151.700 hingga 575.400.
Penyakit ini disebut sebagai flu babi karena diduga berpindah dari babi ke manusia dalam penularannya.
Flu babi berbeda dengan flu biasanya dimana 80 persen kematian terkait virus terjadi pada orang yang berusia kurang dari 65 tahun.
Pandemi ini pun menunjukkan betapa cepat virus menyebar dan menunjukkan adanya persiapan lebih untuk merespons hal serupa secara lebih cepat di masa yang akan datang.

7. Ebola
Virus Ebola dinamai sesuai dengan sebuah sungai yang dekat dengan lokasi awal wabah. Pandemi ini dimulai dari sebuah desa kecil di Guinea pada tahun 2014 dan menyebar ke beberapa negara tetangga di Afrika Barat.
Virus ini telah menewaskan 11.325 orang dari 28.600 orang yang terinfeksi, dengan sebagian besar kasus di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Penanganan kasus virus Ebola diperkirakan menelan biaya total sebesar 4,3 miliar dollar AS dengan investasi masuk menurun secara dramatis di tiga negara terdampak.

================================

Nah, sekarang kalian sudah mengetahui bahwa COVID-19 bukanlah pandemi pertama dan terbesar di dunia, jadi kalian tidak perlu panik. Lebih baik mencegah mumpung masih sehat.
Lebih lengkapnya nanti kalian bisa lihat infografis lengkap tentang COVID-19 beserta cara pencegahannya di halaman lampiran Google Classroom kalian.
Semangat terus belajar di rumahnya yaa...

0 comments:

Post a Comment